Minggu, 17 April 2016

Pandangan Ketua Mahasiswa Kota Badung Terhadap Pembagunan Kabupaten mambramo Tengah

kobakma city kab.mamteng papua
 Bandung jawa barat 18 maret 2016. Ketua mahasiswa mamteng bandung jawa barat ferry c.kogoya menggatakan ,saat ini tata kota kabupaten mambramo tengah papua sudah mulai dirancang dengan baik oleh Bupati R.Ham Pagawak ,beserta pemerintah setempat kami sebagi mahasiswa bangga dengan kinerjanya yang sangat bagus dalam menata kota mamteng yang lebih baik .

Program kerja yang sedang di rancang sanggat membutuhkan dukungan dari mahasiswa dan masyarakat setempat ,terlebihnya dinas-dinas terkait harus lebih fokus dalam menata pembaguna jangan harap perintah bapak bupati. .

Harapan saya pembangunan penataan ibukota kobakma bisah lebih meningkat lagi lebih baik dan lebih luas lagi sampai di desa-desa dan  distrik-distrik ,karena kabupaten mamteng sangat luas dan memiliki beberapa distrik dan desa ,program bapak bupati yang sedang berjalan harus merata ke semua kecamatan . 

Saya sangat berharap beberapa kepala-kepala distrik harus mendukung penuh dan memiliki program perencanaan wilayah distrik harus lebih baik agar pembagunan di distrik dan desa pun merata dengan baik ,kepala-kepala distrik dan desa harus memikirkan pembagunan wilayah masing-masing jangan berharap perintah program bupati tapi harus ada inisiatif pembagunan daerah dan rasah mencintai pembagunan distrik dan desa .

Tahun ini sudah mulai lebih baik dari tahun-tahun kemaring ,bapak bupati mamteng sudah mulaih melihat jelih ke pembagunan kota dan distri berarti kedepan akan lebih baik , dan satu hal yang penting bupati bisah melihat semua kinerja-kinerja setiap kepala-kepala dinas dengan baik karena ada beberapa dinas kurang teliti dalam menata program kerja mereka ,semua dinas-dinas harus lebih baik lagi dari tahun kemaring .

Pemerintah mamteng harus lebih efektif di masing-masing bidang ,saanya bupati menata pembagunan mamteng maka itu saya harap bapakbupati harus mennyatu dengan masyarakat dan alam mambramo tengah agar pembagunan pun bisah berjalan dengan baik dan di nikmati masyarakat mamteng .Kabupaten Mambramo tengah sangat kaya dengan sumberdaya alam dan bisah di bilang perut propinsi papua jadi butuh peningkata perekonomian dan perindustriaan daerah mamteng agar peningkatan pendapatan daerah lebih baik .

Saya merasah bangga karena bupati sudah membuka perikanan atau kolam pemancingan lengkap dengan fasilitasnya disini saya bisah katakan ada rumah makan mewah di kobakma mamteng dengan ikan-ikan yang segar hal ini luar biasah ke depan harus lebih baik lagi. ujar f.c.kogoya ketika di tannya cheko papua.
kolam pemancingan lengkap dengan rumah maka
n ikan bakar

Senin, 23 Desember 2013

Aktivis HAM: Tolong, Tengok Papua Pak Presiden!

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)
JAKARTA - Direktur Bidang politik dan jaringan Indonesian Human Rights Committe for Social Justice, Ridwan Darmawan, membantah klaim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan bahwa situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia telah berubah dan membaik. Menurut Ridwan, kenyataannya kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu hingga kini tidak kunjung terungkap.

"Ironisnya, justru makin menjauh dari penyelesaian. Jangankan untuk sekadar jalan menuju penegakan kebenaran dan keadilan, untuk mengakui ada peristiwa pelanggaran berat saja negara abai, apalagi menghukum pelakunya. Ada korban tapi tidak ada pelakunya," kata dia dalam siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (10/12/2013).

Sebagai contoh, kata Ridwan, kekerasan yang belakangan terjadi lagi di Papua. Menurut dia, di Papua sedang terjadi pembungkaman demokrasi sekaligus penghilangan HAM.

"Pembungkaman demokrasi terjadi sejak 6 November 2013 ketika Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua berdemonstrasi di depan MRP menolak Otsus plus Papua," ujar Ridwan.

Akibat aksi ini, kata Ridwan, 15 mahasiswa ditangkap dan empat di antara mereka ditetapkan sebagai tersangka.

"Selanjutnya 25 November, di area Kampus Universitas Cendrawasih, 16 aktivis KNPB ditangkap saat akan melakukan aksi damai. 26 November merespon penangkapan tersebut, mahasiwa berencana aksi kembali, namun sebelum aksi, mereka sudah kembali dibubarkan oleh polisi dari Polresta Jayapura," ungkap Ridwan.

Ridwan meminta SBY menengok kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua. Presiden SBY memperingati Hari Antikorupsi dan Hari HAM Internasional di Istana Negara, Senin kemarin, dan mengklaim situasi HAM telah berubah dan membaik.

Menurut Ridwan, banyak korban dari demonstrans yang mengalami luka berat, teror, dan intimidasi.

"Pengebirian demokrasi juga terkena bagi para jurnalis yang sedang bertugas di lapangan, ini menyedihkan. Apakah Wajah HAM yang membaik di Indonesia terjadi juga di Papua Pak Presiden?," jelas Ridwan mempertanyaan klaim SBY tersebut.
(hol)